Tuesday, May 12, 2009

A List of Hustles


1 May - 3 June :
Time to live with chemistry, eat chemistry, think of chemistry

13 May :
Submitting the one and only lab report left for Stage 2 Practicals
The end of 20 practical sessions for this year = 180 hours!
But end up with the weird Schrodinger is not a happy ending! XD

16 May :
Selamat Hari Guru
"Guru Pembina Negara Bangsa"

22 May :
CHY 2002 Landmarks in Chemistry 0930-1100 BTC.G35
- I've decided to drop the Solid State Matter - too critical to be understood XD

24 May :
Birthday Hazira

26 May :
CHY 2301 Inorganic Chemistry 0930-1100 Sports Centre Room
Birthday Kak Ida

28 May :
CHY 2201 Physical Chemistry 1400-1700 King's Hall
- The heaviest paper, have to push myself so hard XD

3 June :
CHY 2101 Organic Chemistry 1400-1530 Sports Centre Hall
- Have more than hundred mechanisms to be memorized, hope the painful panic won't attack me again this time...huhu

4 June :
The Independent Day
A day trip to Lake District with housemates maybe?
Or BBQing?
Or dinner with housemates - celebrating Hazira and Kak Ida?

5 June :
A shopping trip definitely *Sigh*
- It sounds great but my money pouch is...isk isk...

6 June :
Packing everything, weighing luggage, repacking, reweighing...?

7 June :
What are you waiting for?
Flying home!

Semoga dipermudahkan Allah untuk segala urusan, hanya kepada-Nya aku bertawakal.

Friday, May 8, 2009

Sakitnya Hati!


http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?y=2009&dt=0508&pub=Utusan_Malaysia&sec=Muka_Hadapan&pg=mh_02.htm

Panas hati membaca berita.
Tak baca, terpinga-pinga.
Bila dibaca, kecamuk jiwa.
Cerita politik membadai menggila.
Makin dibaca makin meloya.
Sibuk semuanya merebut takhta.
Ingatkan negara dah damai sejahtera.
Rupa-rupanya...

Orang jahat sedang bergembira.
Si peragut bengong tengah bertepuk tangan agaknya.
Celebrate mangsa yang mati begitu saja.
Tak kira selatan timur utara.
Bermaharajalela di mana-mana.
Hari ini seorang ibu maut diragut si durjana.
Eh, esoknya ada lagi cerita yang hampir sama.
Berjaya betul mereka-mereka ni ye.

Anak-anak kecil menjadi piatu sekelip mata.
Ya, mati memang ketetapan yang nyata.
Aku cuma hendak bertanya.
Ke mana la agaknya hati dan perut mereka ye.
Spesis jasad lompong ke?
Mestila tak, sebab Allah dah ciptakan semuanya sempurna.
Apa nak buat, harapkan ada otak tapi akal tak diguna.
Memang sia-sia.

Tak reti kasihan belas ke tengok anak-anak yang terpinga-pinga?
Meratapi pemergian ibu tercinta.
Satu-satunya tempat berkasih bermanja.
Celiklah mata, celiklah jiwa.
Tak reti tengok ke?
Tak nampak ke?

Macamana ye.
Kalau semua ini menimpa ibu-ibu mereka?
Kalau yang diragut itu isteri-isteri mereka?
Kalau yang maut itu saudara-saudara mereka?
Agaknya mereka mesti rilek sempoi aje.

Polis! Kalian pergi mana?
Dah jadi macam ni pun masih terhegeh-hegeh lagi ke?
Sibuk menangkap orang yang tak sepatutnya.
Semuanya sama aje!

Huh, tak pasal-pasal aku naik darah membara-bara.

Melihatkan mereka.
Wajah adik-adik menjelma di mata.
Amuk pada yang berbuat durjana.
Simpati pada yang menjadi mangsa.
Aku pasti, emosional aku adalah pada tempatnya.
Titis jernih terlalu mudah bergenang di tubir mata.
Kita yang melihat pun dirundung duka.
Apatah lagi mereka yang menanggungnya?

Semoga Allah melimpahkan rahmat ke atas mangsa.
Semoga Allah memelihara anak-anaknya.
Semoga Allah memberi balasan setimpal kepada yang telah membuatkan-Nya murka.
Tak mengapa, Allah ada.
Allah saksi segalanya.
Terlepas di dunia, akhirat nanti nak lari ke mana?

Al-Fatihah untuk kedua-dua Allahyarhamah, semoga roh kalian dicucuri rahmat dan ditempatkan dalam golongan yang diredhai-Nya.

Petang yang duka. Sakit sungguh hati ini.
5.18pm. Aku mahu mencari ketenangan.

Monday, May 4, 2009

Surat Dari Gajah


Aku menelefon rumah semalam.

Cerita mak :

"Tadi Gajah tulis surat untuk mak," beritahu mak kepadaku. Aku tergelak-gelak. Si Gajah ni ada-ada saja kerjanya. Baru beberapa bulan masuk tadika, dan baru saja pandai eja perkataan yang mudah-mudah. Dia tulis surat? Dia buat lawak apa lagi kali ni?

"Betul, dia tulis surat. Ada lima baris. Hurufnya lintang-pukang la, S, D, M, K, L ikut sedap dia je. Lepas tu dia suruh mak baca."

Aku gelak makin kuat.

"Apa Gajah tulis ni, mak tak fahamlah."

"Mak, kan Gajah dah tulis dalam Bahasa Melayu tu." *Grrr...sabar ajelah!*

"OK. Mak baca. S D M T L K."

"Mak, tu bukan baca tu. Tu eja. Gajah suruh mak baca."

"Mak tak pandai la nak baca surat Gajah ni. Gajah bacalah, mak dengar."

"Gajah tulis macam ni la mak, satu - Gajah nak jadi good boy selalu. Dua - Gajah akan kemas toys lepas main. Tiga - Gajah nak mandi selalu. Empat - Gajah janji nak sembahyang selalu. Lima - Gajah janji nak baca Quran selalu. Habis."

Terus dia peluk dan cium mak selepas membaca suratnya itu.

Walaupun kelakar, tapi surat perjanjian Gajah untuk mak itu sangat membuatkan aku tersentuh. Hanya doa berpanjangan dariku untuk Gajah kecil kesayanganku ini, semoga Allah melorongkan jalan yang lurus dalam kehidupanmu.


"Gajah"

Tapi hari ini, beritahu mak - dia menulis berpucuk-pucuk surat lagi - untuk ayah, untuk tok, untuk kakak-kakaknya yang berada di asrama (diselit di rak buku, konon apabila diorang balik diorang akan terperanjat kerana menerima surat) dan untuk dirinya sendiri! *Dang!*

Friday, May 1, 2009

Bicara al-Quran Tentang Taubat


Sudahkah kita berTAUBAT dan menginsafi segala dosa untuk hari ini?

Dorongan dan anjuran untuk bertaubat, al-Qur'an berbicara :

"...sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (al-Baqarah : 222)

"Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan yang lain dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; barang siapa yang melakukan demikian itu, nescaya dia mendapat hukuman yang berat, (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat, dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang, dan barang siapa bertaubat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benar taubat." (al-Furqan : 68-71)

"Katakanlah: "Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (az-Zumar : 53)

Ayat ini membukakan pintu dengan seluas-luasnya bagi seluruh orang yang berdosa dan melakuan kesalahan, meskipun dosa mereka telah mencapai hujung langit.

Sabda Rasulullah SAW :

"Jika kalian melakukan kesalahan-kesalahan (dosa) hingga kesalahan kalian itu sampai ke langit, kemudian kalian bertaubat, nescaya Allah akan memberikan taubat kepada kalian."

(Hadis diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abi Hurairah, dan ia menghukumkannya sebagai hadits hasan dalam kitab sahih Jami' Shagir - 5235)

Keutamaan orang-orang yang bertaubat :

Allah menugaskan para malaikat muqarrabin untuk :
1. Beristighfar bagi mereka
2. Berdo'a kepada Allah agar Allah menyelamatkan mereka dari azab neraka, memasukkan mereka ke dalam syurga dan menyelamatkan mereka dari keburukan

"(Malaikat-malaikat) yang memikul 'arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan) : Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang soleh di antara nenek moyang mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar." (Ghaafir : 7-9).

Allah Maha Luas pengampunan dan rahmat-Nya, yang tidak merasa sempit dengan perbuatan orang yang melakukan maksiat, meskipun kemaksiatan mereka telah demikian besar.

"Tidakkah mereka mengetahui, bahawasanya Allah menerima taubat dari hamba-hambaNya dan menerima zakat, dan bahawasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?" (at-Taubah : 104)

"Dan Dialah Yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan, dan mengetahui apa yang kamu kerjakan, dan dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta menambah (pahala) kepada mereka dari kurnia-Nya. Orang-orang yang ingkar akan mendapat azab yang sangat keras." (asy-Syuuraa : 25-26)

"Yang mengampuni dosa dan menerima taubat..." (Ghaafir : 3)

"Maka barangsiapa yang bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu, dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang." (al-Maaidah : 39)

"...Tuhanmu telah menetapkan atas diriNya sifat kasih sayang, (iaitu) barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya, dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (al-An'aam : 54)

Puja-puji terhadap Allah SWT dengan nama-Nya "at-Tawwab" (Maha Penerima Taubat) terdapat dalam al Quran sebanyak sebelas tempat. Seperti dalam do'a Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail :

"...dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha penerima taubat lagi Maha Penyayang." (al-Baqarah : 128)

Dan seperti dalan sabda Nabi Musa kepada Bani Israil setelah mereka menyembah anak sapi :

"...maka bertaubatlah kepada Tuhan Yang menjadikan kamu, dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu, pada sisi Tuhan Yang menjadikan kamu, maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah yang Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang ." (al-Baqarah : 54)

Allah SWT berfirman kepada Rasul-Nya:

"...dan sesungguhnya jikalau mereka setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Muhammad), lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohon ampun untuk mereka, nescaya mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (an-Nisa : 64)

Petikan dari : Tuntutan Bertaubat Kepada Allah, Dr Yusuf al-Qardhawi

Thursday, April 30, 2009

Renungan Hamba



Selalu kusesali dosa
Dan selalu kuulang kembali

Dan kau masih memberi kebahagiaan
Kubukan hamba pilihan

ALLAH berfirman
Wahai manusia…
AKU heran pada orang yang yakin akan kematian tapi hidup bersuka ria

AKU heran pada orang yang yakin akan pertanggungjawaban segala amal perbuatan di akhirat tapi ia asyik mengumpulkan dan menumpuk harta benda

AKU heran pada orang yang yakin akan kubur tapi ia tertawa terbahak – bahak

AKU heran pada orang yang yakin akan adanya alam akhirat tapi ia menjalani kehidupan dengan bersantai - santai

AKU heran pada orang yang yakin akan kehacuran dunia tapi ia menggandrunginya

AKU heran pada intelektual yang bodoh dalam soal moral

AKU heran pada orang yang bersuci dengan air sementara hatinya masih tetap kotor

AKU heran pada orang yang sibuk mencari cacat dan aib orang lain sementara ia tidak sadar sama sekali terhadap cacat yang ada pada dirinya sendiri

AKU heran pada orang yang yakin bahawa ALLAH senantiasa mengawasi segala perilakunya tapi ia berbuat durjana

AKU heran pada orang yang sedar akan kematiannya kemudian akan tinggal dalam kubur seorang diri lalu dimintai pertanggung jawaban seluruh amal perbuatannya tapi ia berharap belas kasih dari orang lain

Sungguh tiada Tuhan kecuali Aku dan Muhammad adalah hamba dan utusanKu

ALLAH berfirman:

AKU bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Aku, tiada sekutu bagiKu dan Muhammad adalah hamba dan utusanKu

Barang siapa tidak mahu menerima suratan nasib yang telah Aku putuskan
Tidak bersabar atas segala cubaan yang Aku berikan
Tidak mahu berterima kasih atas segala nikmat yang Aku curahkan
Dan tidak mahu menerima apa adanya atas segala yang Aku berikan
Maka sembahlah Tuhan selain Aku

Barang siapa yang susah kerana urusan dunia sama saja ia marah kepadaKu
Barang siapa mengadukan musibah yang menimpa dirinya pada orang maka ia sungguh – sungguh telah berkeluh kesah padaKu
Barang siapa tidak bertambah tingkat penghayatan keagamaannya sungguh ia dalam keadaan selalu berkurang
Barang siapa yang terus menerus dalam keadaan berkurang kematian adalah jauh lebih baik baginya

Allah berfirman:

Wahai manusia
Terimalah anugerah yang Aku berikan dengan lapang dada
Maka engkau tidak akan berharap pada pemberian orang lain
Tinggalkanlah rasa dengki maka engkau akan terhindar dari kegelisahan hidup
Hindari perbuatan haram maka engkau aman dari kerancuan dalam keraguannya
Barang siapa mampu menjaga diri dari membicarakan kejelekan orang lain
Maka kecintaanKu akan Aku anugerahkan kepadanya
Barang siapa yang mengisolasikan diri dari kerumunan orang
Maka ia terhindar dari pengaruh jeleknya
Barang siapa mampu membatasi diri dari berbicara yang tidak ada gunanya
Itu menandakan kematangan akalnya
Barang siapa menerima dengan lapang dada atas pemberian ALLAH yang sedikit
Maka ia penuh percaya pada ALLAH
ALLAH berfirman:

Wahai manusia
Barangsiapa berduka kerana persolan dunia
Maka ia hanya akan kian jauh dari ALLAH
Kian nestapa di dunia Dan semakin menderita di akhirat

ALLAH akan menjadikan hati orang tersebut dirundung duka selamanya
Kebingungan yang tak berakhir
Kepapaan yang berlarut – larut dan angan – angan yang selalu mengusik ketenangan hidupnya

Wahai manusia
Hari demi hari usia mu kian berkurang
Sementara engkau tidak pernah menyedarinya
Setiap hari Aku mendatangkan rezeki kepadamu
Sementara engkau tak pernah memujiku
Dengan pemberian yang sedikit engkau tidak pernah mahu lapang dada
Dengan pemberian yang banyak engkau tidak juga merasa kenyang
Wahai manusia
Setiap hari Aku mendatangkan rezeki untuk mu
Sementara setiap malam malaikat datang kepada Ku dengan membawa catatan amal jelekmu
Engkau makan dengan lahap rezeki Ku
Namun engkau tak pernah segan - segan pula berbuat durjana kepadaKu
Aku kabulkan jika engkau memohon kepadaKu
Kebaikan ku tak pernah putus – putus mengalir untukmu
Namun sebaliknya catatan kejelekanmu sampai kepadaKu tidak henti
Akulah pelindung terbaik untukmu
Sementara engkau hamba terjelek bagiKu
Kau rauf segala apa yang Aku berikan untukmu
Ku tutupi kejelekan demi kejelekan yang kau perbuat secara terang-terangan
Aku sungguh – sungguh malu kepadamu
Sementara engkau sedikitpun tak pernah malu kepadaKu
Kau melupakan diriKu dan mengingat yang lain
Kepada manusia engkau merasa takut sedangkan kepadaKu engkau merasa aman – aman saja Kepada manusia engkau takut dimarahi tapi pada murkaKu engkau tak peduli